Usaha yang dilakukan pada saat pandemi

Begini Strategi Pemerintah Penuhi Kebutuhan Vaksin Covid

Bagi kelompok prioritas yang mendapatkan vaksinasi free of charge ini, perlu memperhatikan cara mendapatkan vaksin Covid-19 sesuai dengan Juknis, yaitu melakukan registrasi. Masyarakat yang berusia tahun sebesar 57 orang dengan kebutuhan vaksin sekitar one hundred fifteen juta dosis. Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dilaksanakan mulai thirteen Januari 2021. Lalu pada 14 Januari 2021 dilanjutkan untuk kelompok pertama yang diprioritaskan mendapat vaksinasi. Banyaknya kandidat vaksin yang telah ditetapkan pemerintah bertujuan untuk memastikan kebutuhan vaksin dalam negeri tercukupi.

Sedangkan pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia hanya mencakup 107 juta penduduk atau sixty seven% dari one hundred sixty juta penduduk dengan rentang usia tahun. Itu berarti, jumlah vaksin yang harus disediakan pemerintah mencapai 374 juta dosis. Sebanyak 75 juta penduduk atau 70% dari goal vaksinasi bakal masuk kelompok mandiri. Sedangkan 30% atau 32 juta penduduk masuk program kelompok subsidi alias free of charge. Yang selanjutnya mulai dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga kabupatan/kota sesuai dengan penunjukan dari pemerintah pusat. Pendataan sasaran Pendataan sasaran penerima vaksin dilakukan secara prime-down melalui Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.

Vaksin dari pemerintah

Hal senada juga dikatakan oleh vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe M.Sc, Sp.PD. Dokter Dirga mengungkapkan, vaksin memang sangat penting untuk mengendalikan pandemi, namun vaksin tidak serta-merta bisa langsung mengakhiri pandemi. Kita harus menjaga, jangan sampai ada lonjakan ekstrem dan kondisi tidak normal, sebelum vaksinasi mulai dilakukan,” tutur Airlangga. Adapun pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat, dan bidan di fasilitas pelayanan baik milik pemerintah maupun swasta. Dia mengatakan terdapat dua indikator besar yang menentukan efektivitas vaksin dalam menimbulkan kekebalan pada seseorang. , JAKARTA – Pemerintah merespons cepat jika terdapat Kejadian Ikutan Paska Imunisasi yang dilaporkan masyarakat termasuk soal vaksin AstraZeneca yang baru-baru ini terjadi Sulut. Dalam pertemuan, Menkes juga mengajak Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerjasama transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerjasama riset termsuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga pasokan vaksin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jumat, 9 April. Seperti, negosiasi dengan Global Alliance for Vaccine and Immunization dan juga AstraZeneca. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jumat, 9 April, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga pasokan vaksin. Seperti negosiasi dengan Global Alliance for Vaccine and Immunization dan juga AstraZeneca. Felly melihat, pemerintah sudah berupaya memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19. “Dalam pemenuhan kebutuhan stok vaksin telah dilakukan upaya diplomasi oleh Kemenlu dan Kemenkes untuk bisa membuka peluang kerja sama dengan perusahaan kandidat vaksin,” ujar Felly.

Pihaknya akan menggandeng pihak swasta untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan lancar, tidak akan menganggu vaksin program pemerintah. Untuk mempercepat sekaligus memperluas cakupan vaksinasi COVID-19 agar segera tercapai kekebalan kelompok, pemerintah secara resmi mengizinkan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong. Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021).