Fatwa Mui Bolehkan Vaksinasi Astrazeneca, Jubir Covid

Written by Lesai on June 21, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Vaksin Astrazeneca tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam dengan suhu di atas 38°C, menderita COVID-19, atau menderita penyakit infeksi yang berat.

WHO telah menjalankan skema Covax internasional untuk menjamin distribusi dosis Covid yang lebih adil. Cova bekerja di tengah tuduhan bahwa negara-negara kaya telah terlibat dalam nasionalisme vaksin. Rencana untuk berbagi vaksin dengan negara-negara miskin belum selesai, dan Denmark belum mengumumkan rincian spesifiknya. Tetapi Kluge mengatakan, kementerian luar negeri Denmark siap untuk, atau sedang mencari pilihan untuk, mendistribusikan vaksin ke negara yang membutuhkan. Penjelasan Kemenkes dan AstraZeneca Soal Kandungan Babi dalam Vaksin Meski dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan babi, pemerintah sebut vaksin AstraZeneca tetap bisa digunakan karena kedaruratan.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Kejadian efek samping yang dilaporkan dalam studi klinik umumnya bersifat ringan dan sedang atau grade 1 dan 2, dan yang paling sering dilaporkan yaitu reaksi lokal. Sebelum diperbolehkan penggunaannya, vaksin harus melalui serangkai proses evaluasi untuk keamanan khasiat dan mutu dari BPOM RI. “Hasil dari evaluasi keamanan serta penentuan kriteria vaksin AsteZaneca, selanjutnya akan diinformasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM,” pungkasnya. Dan secara paralel, Badan POM melihat rentang waktu penyuntikan AstraZaneca, mengingat sebelumnya World Health Organization menyatakan rentang waktu penyuntikan dosis kedua AsteaZaneca antara 9 hingga12 Minggu dari dosis pertama.

Vaksin AstraZeneca untuk Covid-19 didaftarkan ke Badan POM melalui dua jalur, yakni jalur bilateral oleh PT AstraZeneca Indonesia dan jalur multilateral melalui mekanisme fasilitas COVAX yang didaftarkan oleh PT Bio Farma. Vaksin yang masuk dari fasilitas COVAX ini diproduksi oleh SK Bioscience Co.Ltd., Andong, Korea Selatan. Sementara, vaksin yang masuk melalui jalur bilateral adalah produksi AstraZeneca Eropa dan Siam Bio Science Thailand. Yang terakhir, Dinkes Sulut menginformasikan bahwa kelanjutan vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin AZ ini akan menunggu hasil pemantauan. Prof. Zubairi pun meyakini bahwa vaksin AstraZeneca sangat aman untuk digunakan. Hanya saja, pada produksi batch tertentu, vaksin AstraZeneca tersebut memang dinilai bermasalah, baik itu di Eropa maupun di Indonesia.

Indonesia akhirnya mengambil sikap dengan merebaknya kabar vaksin AstraZeneca. Dalam keterangan pers yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) di Gedung BNPB, Jakarta, menjelaskan terkait penundaan distribusi vaksin AstraZaneca oleh Kementerian Kesehatan. Di unggahan yang dimuat akun Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional , @lawancovid19_id, rekomendasi yang dibuat BPOM tersebut menyatakan masyarakat harus tetap divaksinasi. Minggu ini India melewati Brasil menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Pemerintah Prancis telah menyarankan warga negara Prancis untuk sementara meninggalkan Pakistan.

Selain itu, GACVS menyetujui rencana EMA untuk terus memantau kejadian ikutan pascavaksinasi vaksin AstraZeneca. Secara khusus, WHO memasukkan vaksin Covid-19 AstraZeneca AB yang diproduksi oleh SK Bioscience Co Ltd., Korea Selatan dalam daftar EUL pada 23 Februari 2021. Emergency Use Listing sendiri merupakan prosedur untuk menilai kesesuaian produk kesehatan baru selama kondisi darurat kesehatan masyarakat.

Ada pula laporan lain yang menyebut, suntikan pertama AstraZeneca cukup cepat memberi kekebalan dan perlindungan, meskipun level yang optimum baru bisa dicapai setelah suntikan kedua. Toh, spesifikasi ini membuatnya cocok digunakan di tempat yang paling terpapar Covid-19. Dengan penjelasan itu, Nadia berharap, masyarakat tidak perlu khawatir atas safety vaksin yang kini beredar. “Pemerintah tak mungkin mengedarkan vaksin yang kedaluwarsa,” ujar Siti Nadia sambil tersenyum. “Saya sempat beberapa kali point out aktivis Satgas COVID seprti dr Tirta, saya DM IG, saya tanyakan apakah vaksin ini berbahaya atau tidak tapi no respons,” kata Viki.

Comments are closed.