Usaha yang dilakukan pada saat pandemi

Jokowi Minta Harga Vaksin Covid

Pelaksanaan distribusi vaksin corona ke daerah dan fasilitas layanan kesehatan dapat dilakukan melalui penugasan kepada Bio Farma atau penunjukan langsung badan usaha oleh menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam menjalankan penugasan distribusi vaksin corona itu, Bio Farma bisa melibatkan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. “Vaksin Gotong Royong diberlakukan. Pak Menkes sudah mengeluarkan regulasi vaksinasi untuk perusahaan, khususnya karyawan dan keluarganya. Ini bisa mempercepat program vaksinasi dan tambahan untuk akses vaksinasi,” terang Airlangga. “Kami berharap sampai akhir tahun ini 182 juta orang dari total 270 juta populasi bisa divaksinasi.”

Untuk itu, permintaan yang diajukan pengusaha soal harga vaksinasi mandiri tadi dianggap tak berlebihan. Shinta menjelaskan vaksinasi mandiri berbeda dengan program vaksin free of charge dari pemerintah. Suara.com – Pemerintah belum menetapkan harga vaksin mandiri atau gotong royong karena Bio Farma belum menemukan produsen yang sesuai.

“Kalau sudah diajukan kami akan melihat dan menentukan harganya berapa,” ujar dia. “Kalau sudah diajukan kami akan melihat dan menentukan harganya berapa,” ujarnya. Bagi masyarakat yang termasuk golongan di atas, bisa melakukan pengecekan data atau registrasi ulang hingga jadwal vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.id. Lalu vaksin Pfizer/BioNTech yang memiliki tingkat efektivitas 95% disebutkan hanya dibandrol US$ 20 atau sekitar Rp 283.000 per dosis. “Harganya tidak akan memberatkan pemerintah. Kisaran harganya Rp 200.000,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, thirteen Oktober 2020. Namun dapat kami sampaikan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin.

Tentu jumlah masih kurang untuk kebutuhan nasional yang memerlukan hampir 240 juta dosis untuk sekitar 109 juta penduduk produktif, yakni sixty seven persen dari populasi penduduk usia 18–59 tahun. Diharapkan pada 2022, PT Biofarma sudah bisa memproduksi vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman Jakarta. Memasuki pekan ke tiga, lewat media sosial beredar tawaran preorder vaksinasi. Janji yang diberikan ialah pelayanan vaksinasi akan diberikan satu atau dua bulan ke depan, yang penting mendaftar dulu.

Menurutnya, jika kedua belah pihak telah sepakat dengan harga yang diajukan maka pemerintah akan menetapkan besaran harga batas atas dan bawah vaksin mandiri atau gotong royong tersebut. “Antara Rp500 ribu-Rp1 juta,” ujarnya lewat pesan singkat, Senin, 1 Maret 2021. Rosan menyebut ada empat produsen yang akan memasok vaksin untuk program vaksinasi mandiri. Mereka adalah vaksin Covid-19 dari produsen Sinopharm, Moderna, Sputnik, dan Johnson & Johnson. Selain dari tiga faktor di atas, ada hal penting lain yang menjadi faktor besaran harga yang ditetapkan pada sebuah vaksin yaitu kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan ini, Kepala Negara kembali mengingatkan, agar disiapkan manajemen sistem atau pola pelaksanaan vaksin ketika disuntikkan kepada masyarakat. Dari hulu ke hilir diminta Jokowi sesegera mungkin disiapkan, mulai dari sarana prasarana infrastruktur, jalur distribusi hingga simulasi penyuntikan vaksin itu. “Jelaskan siapa saja kelompok masyarakat yang mana, yang mendapatkan prioritas vaksinasi lebih awal, kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan. Mengapa mereka mendapatkan prioritas,” tutur Jokowi. BPKN, ucap Rizal merekomendasikan implementasi UU Kesehatan agar pemerintah harus mengambil tanggung jawab penuh atas jaminan kesehatan masyarakat. Jumlah yang ditargetkan itu berdasarkan asumsi dua kali dosis vaksin untuk satu orang.

Aturan baru ini merevisi Permenkes RI No. 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 atau corona. “Sehingga pemerintah belum bisa menentukan harga batas atas dan bawah dari vaksin tersebut,” katanya. “Jadi vaksin gotong royong atau mandiri akan dilakukan oleh BUMN Bio Farma. Dan mereka yang menentukan produsen mana yang digunakan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin di sela melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat di Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021).

Shinta mengatakan Kadin juga sudah menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan swasta untuk pelaksanaan vaksinasi lantaran tidak diperkenankan menggunakan fasilitas kesehatan milik pemerintah. “Kami juga sudah siapkan fasilitas kesehatan swasta yang siap untuk program ini,” kata dia. Ihwal biaya pengadaan vaksin mandiri dari Bio Farma ke swasta, serta keterlibatan pihak ketiga dalam vaksinasi, manajemen juga masih menunggu arahan pemerintah. Dalam beleid itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menetapkan batas harga vaksin yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta. Yang terpenting, harga vaksin Corona harus benar-benar terjangkau oleh semua kalangan.

Harga vaksin mandiri

Ketika dikonfirmasi Lokadata.id mengenai harga yang ditetapkan pada vaksin gotong-royong ini, Shinta mengatakan,”Belum ada harga yang ditetapkan masih menunggu jenis vaksin yang pemerintah siap,” kata dia. Pada jalur mandiri ini, Kementerian BUMN bahkan sudah menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Bio Farma untuk menggarap infrastruktur teknologi vaksin mandiri ini, mulai produksi, pengiriman hingga penyuntikan ke end user. Adapun vaksin AstraZeneca yang dibuat bersama Universitas Oxford dan memiliki efektivitas rata-rata 70%, dihargai US$ four atau sekitar Rp fifty seven.000. Kemudian vaksin Novavax dipatok dengan harga US$ 16 atau sekitar Rp 226.000 per dosis.