Kemenag Keluarkan Surat Tidak Halal Untuk Vaksin Astrazeneca

Written by Lesai on June 21, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Sementara pemerintah Singapura telah mengizinkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk digunakan di negara tersebut. Ia menambahkan, sulit untuk membuat vaksin halal karena media kultur atau enzim perlu diubah. Jika dilakukan dari awal, dengan tujuan sertifikasi halal, hal itu menurutnya akan lebih mudah berkembang.

Salah satunya soal kehalalan vaksin yang hampir pasti tak terelakkan mengemuka ketika vaksin merupakan produksi dari luar negeri. Selain soal halal dan haram, vaksin Covid-19 AstraZeneca ini juga mengalami penangguhan di berbagai negara, karena dikaitkan dengan kejadian penggumpalan darah setelah vaksinasi. Dia menegaskan, jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk vaksinasi Covid. Ketiga, karena ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok . Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agama , Zainut Tauhid Sa’adi meminta publik menghentikan polemik soal kehalalan vaksin AstraZaneca. “Kami pun juga memberikan data-data mutu dari vaksin COVID-19 ini yang menunjukkan tidak ada proses atau tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya mengandung yang tidak halal,” kata Penny dalam konferensi pers yang diadakan secara digital di hari yang sama.

Kejadian yang menggegerkan juga dengan beredarnya kejadian di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember yang banyak berita mengatakan jika ratusan santri terkapar usai disuntik vaksin Covid-19. Video yang ditayangkan merupakan dokumentasi tahun 2018 usai disuntik vaksin difteri. Kebenaran lainnya pada saat penyuntikan vaksin difteri ada salah satu SOP yang tidak dilaksanakan,” ungkap Ustadz Nanung.

“Ada sebanyak 23 orang yang hadir, 20 orang berhasil di vaksin dan three orang gagal dikarenakan mempunyai riwayat hipertensi dan kanker,” pungkas Peltu Zaenal Arifin. Menurutnya, semua tahapan dilewati dengan baik, dan layak diberikan vaksin covid-19 merek Sinovac dosis. Yang sudah melewati screening mulai dari meja satu sampai empat, dinyatakan bisa divaksin.

Selain itu, hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar sixty five,3%, dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25%, serta di Brazil sebesar 78%. Hasil tersebut telah memenuhi persyaratan WHO dengan minimal efikasi vaksin adalah 50%. “Efikasi vaksin sebesar sixty five,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga sixty five,3%,” ujar Kepala Badan POM. dr. Agus berharap, selain bidang kesehatan, rumah sakit – rumah sakit Muhammadiyah juga harus menjadi pusat keunggulan. Hal ini menurutnya bukan suatu yang tidak mungkin, karena jika diambil sampel rata-rata berbasis kabupaten/kota, rumah sakit Muhammadiyah menjadi rumah sakit terbaik di kota itu. Meski diawal sempat menjadi bahan bercandaan saat Kiyai Sudja’ menyampaikan keinginannya untuk mendirikan rumah sakit, namun pada tahun 1923 keinginan tersebut menjadi kenyataan.

Selain itu, AstraZeneca menyatakan bahwa produk vaksinnya telah dinyatakan aman dan efektif untuk mencegah penularan COVID-19. “Semua instansi terkait pasti melakukan pengecekan, diskusi dengan para ahli, pakar, dan akhirnya apapun yang diputuskan itulah yang terbaik. Tugas kami tinggal melaksanakan vaksinasi di wilayah Jakarta,” kata dia. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, boleh digunakan usai MUI melakukan serangkaian kajian serta mendengar berbagai masukan-masukan dari otoritas serta para ahli soal keamanannya. tirto.id – Vaksin AstraZeneca sudah didistribusikan ke enam provinsi di Indonesia oleh PT Bio Farma . Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat kegiatan vaksinasi nasional dalam menciptakan kekebalan komunitas. Perusahaan Bio-farmasi Moderna dari AS menyusul umumkan sukses dengan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 dengan efektifitas ninety four,5%.

MUI ujarnya, sangat bertanggungjawab dalam mengeluarkan fatwa halal dan suci untuk virus Covid-19 Sinovac. Izin EUA dan fatwa halal MUI untuk CoronaVac akan menjadi lampu hijau penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac agar bisa disuntikkan kepada masyarakat dan umat Islam. , saat itu, MUI mengeluarkan fatwa bahwa vaksin campak rubella mubah atau boleh digunakan meski mengandung bahan yang berasal dari babi karena belum dibuatnya vaksin halal. BPOM juga akan melakukan audit ke Beijing untuk melihat proses produksi memenuhi kaidah standar produksi vaksin atau tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meminta agar jangan ada anggapan bahwa kehalalan vaksin akan menghambat pengadaan vaksin corona di Indonesia. Menggunakan fasilitas yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin virus corona.

Tetapi bagi umat yang beragama Islam, label halal sangat diperlukan, termasuk pada produk vaksin virus corona (Covid-19). Oleh karenanya, pemerintah meminta MUI untuk melakukan kajian terhadap kehalalan vaksin Covid-19 . Dengan begitu, umat Islam tidak meragukan vaksin yang akan disuntikkan ke dalam tubuh mereka.

Apakah vaksin covid halal?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Topik mengenai standing kehalalan vaksin Covid-19 kembali ramai diperbincangkan khalayak. Apalagi, setelah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 produksi Astrazeneca dari Inggris ternyata mengandung unsur babi. Kendati secara hukum terbilang haram, tapi MUI tetap membolehkan penggunaan vaksin Astrazeneca karena kondisi darurat penanganan pandemi.

Jika suatu saat Anda terpapar oleh virus atau bakteri penyebab penyakit, tubuh akan segera memusnahkan dan mencegah timbulnya penyakit tersebut. “Dalam hukum Islam, proses ini mirip dengan istihala, di mana substansi asli berubah bentuk dan sifatnya dan tidak lagi dilarang.” katanya. Namun dalam pelaksanaannya juga perlu dilakukan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat secara transparan agar tidak menimbulkan kontroversi dalam implementasinya. Tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan tercemar babi dan turunannya. Artinya, produk ini sudah pasti dijamin keamanannya untuk digunakan kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas. Unsur najis itu tidak dicampurkan, sehingga para kiai NU sepakat bahwa vaksin AstraZeneca suci.

Comments are closed.