Kenali Risiko Dan Efek Samping Vaksin Corona

Written by Lesai on July 9, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Meski demikian, Nadia menyebut penerima vaksin tetap harus memerhatikan efek samping atau kejadian lanjutan pasca vaksin. Fisella Kumajas , perawat di Manado, juga mengaku tidak ragu untuk menerima dosis keduanya awal Juni mendatang. Sebab, KIPI yang ia rasa juga tidak parah, hanya demam ringan dan nyeri otot, sementara teman-temannya menggigil di tengah malam. MANADO, KOMPAS — Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara bakal melambat akibat penghentian sementara penggunaan vaksin AstraZeneca dari kumpulan produksi CTMAV547. Hingga kini, belum ada kasus fatalitas di Sulut terkait penggunaan kelompok vaksin tersebut. Dalam kesempatan ini, Nadia juga mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara di dunia yang paling banyak melakukan vaksinasi COVID-19 sampai saat ini.

Bahan dasar vaksin saat ini sudah aman sekali dan berbeda dengan bahan dasar vaksin pada 20 tahun lalu yang menggunakan virus yang dilemahkan,” jelas Syahrizal. Vaksin Covid-19 sendiri masih banyak pembaruan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi obat yang efektif mengatasi virus Covid-19 tersebut. Saat ini, vaksin Covid-19 belum dapat diketahui apakah vaksin tersebut mampu melindungi seseorang dalam jangka panjang. Penelitian dan uji coba vaksin ini akan dilakukan lebih lanjut dalam periode yang jangka panjang pula untuk mengetahui apakah vaksin tersebut mampu melindungi dalam jangka panjang.

Nadia menyebut, puasa dan vaksinasi memiliki tujuan sama, yaitu meningkatkan kesehatan. Virus Corona itu telah diobati dengan panas, bahan kimia, atau radiasi sehingga tidak dapat menginfeksi sel dan menggandakannya. Untuk mendapatkan perlindungan secara lengkap, jangan lupa untuk melanjutkan vaksin tahap kedua ya.

Dari 1,9 juta dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer yang diberikan di Amerika Serikat, ada 21 kasus reaksi alergi parah yang dilaporkan oleh CDC AS. Raffi Ahmad mengaku tidak merasakan apapun setelah menerima vaksin COVID-19 Sinovac, Rabu (13/1) pagi. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menyebut terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang mengalami nyeri dan meriang pasca menjalani vaksinasi Covid-19.

Efek dari vaksin covid

Para ahli merekomendasikan untuk menunda mendapatkan mammogram atau pemeriksaan pembengkakan kelenjar getah bening selama 4-6 minggu setelah vaksin Covid-19. “Wanita yang secara aktif berusaha untuk hamil dapat divaksinasi dengan vaksin COVID-19 saat ini. Tidak ada alasan untuk menunda kehamilan setelah menyelesaikan rangkaian vaksin,” pesan para ahli. Hanya berdasarkan itu, rumor tersebut menyebar dengan menambahkan klaim bahwa vaksin COVID-19 akan menyebabkan tubuh wanita melawan spike protein, yang berdampak pada kesuburan.

Sebaliknya, anak-anak tidak disarankan mendapat vaksinasi, karena risiko mereka meninggal akibat Covid-19 nyaris nol, dan mereka masih punya masa depan panjang. Vaksin dari BioNTech dan Moderna dalam pengembangannya menggunakan metode terbaru, yang disebut vaksin mRNA. Dalam artian, vaksin tidak mengandung virus mati atau virus yang dilemahkan. Melainkan hanya rancang bangun untuk satu bagian pembentuk penyebab Covid-19. Reaksi khas setelah vaksinasi semacam itu, juga sudah dilaporkan muncul dari vaksin yang sudah digunakan, yakni buatan BioNTech-Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan vaksin buatan Rusia, Sputnik V.

Obat buatan Gilead Sciences AS ini mula-mula disebut ampuh melawan Covid-19 dan di AS diajukan regulasi darurat. Tapi WHO kemudian menyatakan, tidak merekomendasikan Remdesivir, karena tidak menunjukkan keampuhan signifikan pada pasien Covid-19. Juga perempuan yang sedang hamil atau menyusui, dengan menyitir data terbaru, Bogdan menyarankan harus sangat berhati-hati dan jangan melakukan vaksinasi.

Untuk sementara waktu, beberapa negara mengimbau agar orang yang memiliki riwayat alergi untuk tidak menerima vaksin ini. Imbauan ini termasuk bagi mereka yang alergi terhadap makanan maupun obat-obatan. Pada Senin (9/11), perusahaan Pfizer & BioNTech mengumumkan vaksin COVID-19 mereka memiliki efektivitas lebih dari 90%. Mereka menjadi tim pertama yang mengumumkan hasil uji klinis tahap akhir vaksin COVID-19.

Comments are closed.