Rekomendasi Dan Pandangan Muhammadiyah Terkait Vaksin Covid

Written by Lesai on July 23, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)”Kami memberi tahu semua orang untuk suntik vaksin, kecuali mereka yang memiliki reaksi alergi parah pada vaksin dan salah satu komponen di dalamnya,” kata Dr Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA. “Anda mungkin mengalami beberapa efek samping yang merupakan tanda regular tubuh sedang membangun perlindungan,” menurut panduan CDC dikutip dari Fox News. “Sementara di Kepri, vaksinasi massal berlangsung di Bintan Inti Industrial Estate, Kabupaten Bintan,” terangnya. “Dalam selang beberapa jam hari ini, saya meninjau langsung vaksinasi massal Covid-19 di dua provinsi yakni Riau dan Riau Kepulauan,” ujar Jokowi di kolom caption. Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format penapisan ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat. Disarankan saat mendatangi tempat layanan vaksinasi dapat membawa surat keterangan atau catatan medis dari dokter yang menangani selama ini.

Hingga saat ini, pemberian vaksin COVID-19 adalah solusi yang dinilai paling jitu untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansiadi atas 70 tahun. Mendapatkan vaksin bukan berarti kita secara otomatis akan terbebas dari virus corona. Meski demikian, mereka yang telah mendapatkan vaksin tetap harus melakukan protokol kesehatan. Kita perlu waktu yang lebih panjang untuk mendapatkan vaksin yang terbukti aman, nyaman, dan efektif.

Vaksin dapat menangani Covid

Artinya, untuk dapat menciptakan perdamaian dunia dan kesejahteraan global salah satu langkahnya adalah dengan mendapatkan perlindungan dan rasa aman dari ancaman yang datang dari lintas batas negara. Diplomasi vaksin ini juga menunjukkan bahwa kerja salam bilateral dalam bidang vaksin ini merupakan sebuah mitigasi terhadap penanganan covid-19, bukan bagian dari sebuah kompetisi. Sebagai salah satu tujuan program vaksinasi, kekebalan kelompok akan dihasilkan dengan vaksinasi terhadap 70 persen populasi.

Physical distancing akan mengurangi laju penularan dan memungkinkan pasien terinfeksi untuk ditangani hingga sembuh, seperti di grafik terlampir. Selama vaksin belum ditemukan, cara terbaik untuk kembali beraktivitas adalah dengan menerapkan ADAPTASI KEBIASAAN BARU di tengah pandemi. Pertama, mengembangkan vaksin Covid-19 Merah Putih serta melakukan kerja sama dengan pembuat vaksin dalam dan luar negeri. Ketiga, menggandeng lembaga internasional, yakni CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapatkan akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral .

Pertama, Indonesia menggandeng Uni Emirat Arab dan melakukan uji coba vaksin kepada sekitar 22 ribu orang, namun sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan. Kedua, Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan membuat vaksin yang dibuat dari DNA virus yaitu GX-19 yang sudah memasuki uji klinis tahap pertama September 2020 lalu dan diperkirakan bisa dibuat massal pada Agustus 2021. Ia juga menjelaskan prosedur yang dilewatinya dan lolos dalam tahap screening sehingga masuk dalam kategori orang yang bisa divaksin.

Sedangkan bagi yang sudah pernah terinfeksi diketahui tubuhnya sudah mempunyai antibodi terhadap virus tersebut. Soal batasan usia, ia memaparkan usia 18 tahun ke bawah dan 60 tahun keatas masih belum direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 Sinovac. Hanya ada satu kontraindikasi, sehingga menyebabkan tidak boleh diberikan, yaitu apabila orang tersebut alergi pada bahan pembuatan vaksin. Namun, pada saat ini memang tidak semua orang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Benyamin mengatakan orang membuat vaksin dengan berbagai macam cara, dan terdapat teknik yang baku dan sudah lama terjadi, yaitu dengan mematikan virus tersebut.

Fauci juga mengatakan bahwa dapat dibayangkan para ilmuwan kini sedang mengerjakan vaksin virus corona universal yang akan mengatasi semua varian virus SARS-CoV-2 tersebut. Seorang ahli virus Afrika Selatan menyatakan vaksin COVID-19 yang tersedia mungkin tidak sepenuhnya ampuh melawan varian baru virus corona yang ditemukan di negara tersebut. Akan tetapi pakar itu percaya bahwa vaksin tersebut dapat “disesuaikan” untuk memerangi varian virus itu. “Antobodi ini yang penting akan membuat tubuh kita kebal, kekebalan ini dibutuhkan untuk mengatasi jangan sampai ada virus yang hidup dan masuk dalam tubuh, jika ada virus langsung diserang oleh antibodi, sehingga tidak jadi sakit dan tetap sehat,” paparnya.

Angka tersebut muncul mengingat bahwa kemampuan produksi vaksin tidak akan selesai dalam waktu yang singkat dan dapat menjangkau seluruh masyarakat dunia yang terdampak. WHO sendiri sebagai organisasi kesehatan dunia memegang prinsip some people in all countries bukan all vaccine for all people in some international locations. Artinya vaksin yang disediakan itu hanya untuk sebagian orang tapi di seluruh negara, bukan semua vaksin diberikan kepada semua orang di sebagian negara. Sehingga menjadi wajar jika skema yang didapatkan oleh Indonesia adalah sebesar 20% dari complete populasi. Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun.

Comments are closed.